Cerita ini aku dapat dari ibuku, ibuku dapet dari nenekku, nenekku sebagai pengaduan dari saudaranya :D ribet ya?? Hihihi, gitu pokoknya…
Biar gampang, aku kasih nama Ujang deh ya buat yang ngalamin ceritanya, aku lupa namanya soalnya.
Gini ceritanya,
Ibu dari mang ujang ini sudah lama meninggal. Diapun biasa membersihkan makam ibunya secara berkala.
Suatu ketika, tidak seperti biasanya mang ujang dilanda kerinduan yang amat sangat akan keberadaan ibunya. Siang menjelang sore dia bergegas ke makam ibunya dan berdoa. Diapun tak sadar bahwa dia telah terlelap tidur di samping makam ibunya.
Dia dibangunkan, saat dia mambuka matanya, dia melihat sosok ibunya memakai baju putih membangunkannya. Dia senang sekaligus bingung, karena keadaan sekitar yang luas Nampak seperti rumah dan yang ia ingat adalah bahwa dia sedang ada di makam ibunya.
Mang ujang pun berbincang lama dengan ibunya. Saat sedang asik berbincang, ibunya menyuruhnya pulang, memberikan sesuatu sebesar kotak korek api, dan mewanti-wantinya untuk terus pulang menghadap kedepan dan jangan menghadap ke belakang sampai ia tiba dirumah. Dia pun pulang dan menyakui pemberian ibunya itu.
Ya, manusia. Peraturan itu ada untuk dilanggar. mang ujang berjalan dan tetap memandang ke depan, jalan terang benderang, namun teringat akan perkataan ibunya, dia berfikir kenapa tidak diperbolehkan melihat ke belakang.
Dia pun penasaran, dia menoleh ke belakang dan yang ia lihat hanyalah kegelapan yang pekat tanpa cahaya sedikitpun. Dan saat ia kembali melihat kedepan, alangkah kagetnya dia, jalan yang tadinya terang benderang berubah gelap seketika. Dia pun lari terbirit ketakutan segera pulang menuju rumahnya. Dan keesokan harinya dia bercerita kepada nenekku dan memperlihatkan sesuatu sebesar kotak korek api yang diberikan ibunya yangternyata itu adalah sebuah Al-Qur’an.
Pesan : Jangan mengabaikan suatu larangan sekecil apapun itu :)
Pesan : Jangan mengabaikan suatu larangan sekecil apapun itu :)


0 komentar:
Posting Komentar