Cerita ini aku dapat dari nenekku, ya sebenarnya saat kejadian berlangsung ada aku juga.
Ya, seperti yang pernah ku ceritakan sebelumnya, Nenekku memiliki kelebihan dan banyak “eyang”. SUatu ketika, kami berkumpul sanak saudara di rumah nenekku. Aku lupa apa acara saat itu sehingga kami berkumpul.
Rumah nenekku sempit, hanya ada satu kamar dibawah dan dibangun satu kamar di atas yang digunakan sebagai tempat tinggal pamanku dan istrinya.
Sebenarnya tidak ada kejadian mistis yang kami alami selama berkumpul, suasanapun penuh kehangatan.
Sampai saatnya kami semua lelah, dan jam sudah menunjukan waktu larut malam, kami memutuskan untuk tidur. Seperti yang saya bilang, rumah nenek daya sempit. Sedangkan kami banyak orang dan membutuhkan tempat untuk tidur.
Agar kami semua dapat tidur dengan nyaman, ya walaupun hanya tidur beralaskan tikar. Nenekku menyuruh pamanku untuk tidak memasukkan motor ke dalam rumah, dimpan saja di diluar, nenekku bilang nanti bakal ada yang jagain, ga usah khawatir motornya ilang gitu.
Motorpun disimpan diluar dan kami tertidur. Di teras luar rumah nenekku itu juga sempit. Terdapat banyak tanaman, nenekku hoby mengurus tanaman. Dan ada tangga disamping teras untuk menuju ke kamar atas. Di pojok teras juga ada kursi untuk duduk menikmati pemandangan teras.
Paginya, nenekku bangun duluan. Dan seperti biasa, mengecek tanamannya. Ada salah seorang tetangga yang lewat dan menyapa nenekku, diapun berkata “eta karuhun meuni nembongan …” yang intinya dia bilang bahwa tadi malam dia ronda lewat gang rumah nenekku, dan dia melihat seekor macan sedang duduk di kursi teras. Nenekku meminta maaf karena leluhurnya itu telah menampakkan diri dan mengageti tetangganya tersebut. Nenekku pun menjelaskan bahwa sebenarnya dia hanya meminta tolong untuk menjaga motor yang berada di teras luar rumah. Dia pun sudah mewanti-wanti untuk tidak menampakkan diri. Tapi nampaknya eyang yang satu ini “ngeyel” hihihi.


0 komentar:
Posting Komentar