Kali ini ceritanya bias dibilang lucu sih…
Oh, jadi inget cerita uwa (pakdhe) aku, ini bukan isi dari judul sih, Cuma inget jadi pengen cerita aja.
Uwa aku itu lagi jalan pulang, dia jalan kaki. Dipinggir jalan tuh dia sambil iseng-iseng nendangin batu atau apa lah yang ada di depannya. Sampai dia liat plastic hitam yang ga tau apa isinya, dia juga ga curiga ataupun penasaran sama isinya. Dia Cuma menendangnya sampai ujung jalan dan membiarkan plastic hitam itu.
Ga jauh dari situ, ada orang menggunakan sepeda motor menghampirinya, orang itu bertanya apakah uwa aku melihat plastic hitam dipinggir jalan sana?? Uwa aku dengan polosnya bilang kalo dia td menendang-nendangnya sampai ujung jalan. Uwa aku menunjukkannya dan Orang di motor itupun melihatnya sambil berkata “Alhamdulillah.. ini isinya uang gaji karyawan 10juta”. Orang yang menggunakan motor itu langsung pergi dan seketika itu pula uwa aku lemas dan berfikir kenapa ia hanya menendangnya. Wkwkwk
Next…
Masuk judul sekarang…
Masih tentang uang sih…
Begini ceritanya…
Kalian tau tumbal kan? Yang aku tau tumbal itu mengorbankan seseorang untuk kepentingan sesuatu hal. Hiiiiiiiii.
Singkat cerita, saat itu sedang marak-maraknya orang meninggal dan menghilang tanpa ada yang tau penyebabnya, orang-orang pun menyimpulkan bahwa itu adalah tumbal.
Cerita ini dari sodaranya nenek aku, sebut aja mang imin.
Mang imin pulang dari berkebun, dia melewati area rerumputan untuk pulang kerumahnya.
Di sekitar are rerumputan itu terdapat satu pohon yang sangat rindang dan sejuk. Karena matahari sedang terk-teriknya, mang imin pun memutuskan untuk beristirahat sejenak.
Namun alangkah kagetnya dia, saat sampai ke pohon itu dia melihat ada setumpuk sesajen dan uang yang menurutnya sangat banyak. Seketika itu juga dia meletakkan cangkul dan capingnya, lalu tanpa sebab dia berjoget (ngibing) sejadi jadinya sampai keringatnya bercucur deras dan kemudian ia mengambil uang yang ada di tumpukan sesajen itu dan bergegas pulang.
Malampun tiba, mang imin memutuskan untuk tidur. Namun baru saja dia merebahkan tubuhnya, ia dikagetkan oleh sosok makhluk mengerikan yang ia lihat dan memerintahkannya untuk ikut bersama makhluk mengerikan itu. Tapi mang imin bertanya, untuk apa dia ikut. Dia mendapat jawaban dari makhluk mengerikan itu bahwa ia melihat mang imin sudah mengambil uang di sesajen yang artinya dia harus ikut untuk dijadikan tumbal. Mang imin pun menjawab bahwa ia mendapatkan uang itu sebagai upah berjoget sampai bercucuran keringat dan capek. Makhluk mengerikan itu memang melihatnya dan pergi.
Pesan : jangan mau dapet sesuatu dengan Cuma-Cuma ya :p usaha dong :D


0 komentar:
Posting Komentar